Kuliah umum yang diadakan oleh Pusdatin Kemendikbud ini meruapkan pembekalan bagi peserte PembaTIK level 4:Berbagi dengan menghadirkan narasumber-narasumber pakar dan tentunya sangat inspiratif. Pelaksanaannya tak hanya menggunakan metode kelas online dengan zoom, namun juga disiarkan live melalui channel youtube rumah belajar, sehingga semua guru dari sabang sampai merauke mudah untuk mengakses dan mengikutinya.
Mas Menteri Nadiem Makarim membuka kuliah umum ini dengan begitu bersemangat, tentunya dengan kalimat-kalimatnya yang selalu menancap di hati. "Tantangan di masa depan bukan berarti akan lebih mudah, Saya berharap semangat gotong royong yang semakin mantap di masa pandemi ini bisa kita teruskan agar kita lebih siap beradaptasi, siap melakukan perubahan, tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi. Semoga tujuan kita untuk menciptakan kemerdekaan dalam belajar dan mengajar melalui inisiatif dan inovasi bapak ibu sekalian dapat segera tercapai", Ujar Beliau.
LALU APA SAJA MATERI DAN SIAPA PEMATERINYA?
Ayooo kita bahas satu-satu ya!
(Selasa, 18 September 2020) Materi pertama adalah Kiat Sukses Bagi Para Pendidik Untuk Berkomunikasi Dengan Publik disampaikan oleh Charles Bonar Sirait, S.E., M.M., menurut beliau, Kiat sukses bagi Pendidik untuk berkomunikasi dengan publik adalah harus memiliki 4 hal:
1. Memahami pola komunikasi sederhana
2. Impactful communication
3. Persuasive communication
4. Personal branding
Makna komunikasi itu to share (membagi), tuntutannya adalah komunikasinyang efektif, untuk itu perlu persiapan dan strategi yang menarik.
Masih pada hari sama, lanjut ke materi kedua yakni Motivasi Guru Dalam Mendidik: Belajar Dalam Mengajar" disampaikan dengan penuh inspirasi oleh pendiri Sekolah Rimba, yakni Kak Butet Manurung. Kak Butet menyampaikan banyak hal yang membuat pikiran saya menjadi lebih terbuka, beberapa poinnya adalah: 1) Literasi bukan hanya melek huruf, tapi melek masalah, 2) Mengajari anak-anak, harus percaya dari awal bahwa mereka mampu. 3) Pendidikan kontekstual itu bukan hanya berdampak untuk esok, namun harus berdampak untuk kondisi saat ini. 4) Hati-hati, keseragaman bisa membunuh keberagaman!
Sesi terakhir pada hari Selasa, ditutup dengan materi Kebijakan Pendidikan Terkait Guru dan Tenaga Kependidikan oleh Dirjen GTK, Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Beliau Membuka dan mengingatkan kembali tentang bagaimana konsep pendidikan yang diterapkan oleh bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. 3 kunci yang dibahas, yakni:
1. Memandang anak dengan rasa hormat
2. Mendidik secara holistik, dimana akan membentuk masyarakat yang penuh kebijaksanaan
3. Pendidikan yang relevan
Bismillah, semangat terus untuk kita semua!
(Rabu, 16 September 2020) Materi keempat yakni Kiat Menyusun Penulisan Yang Menarik, materi ini menjadi kebutuhan penting bagi pendidik dan Pusdatin Kemendikbud menghadirkan pembahasan penting ini dengan menghadirkan narasumber pakar yakni Asma Nadia, Novelis Best Seller di Indonesia. Ibu Asma Nadia menyampaikan beberapa kabar baik, yakni:
1. Menulis itu, 5% bakat, 5% keberuntungan, dan 90% usaha. Jadi.. aku, kamu, atau dia pasti bisa!
2. Menulis = keterampilan, dan keterampilan = bisa dipelajari, mantap kannn!
Dan akhirnya saya mendapat jawaban dari apa yang saya resahkan selama ini. Mengapa tulisan sering tidak selesai? Salah satu alasannya adalah karena kita menulis sambil mengedit. Padahal menulis itu membebaskan pikiran, sudah tulis saja dulu, karna tulisan akan menjadi karya jika selesai.
(Kamis, 17 September 2020) Lanjut ke materi Tips Membangun Sosial Media Yang Sukses oleh bapak Wicaksono, pengelola akun @ndorokakung. Beliau memberikan beberapa strategi membuat konten, yakni: memilih platform medsos, optimasi biodata, produksi, penjadwalan posting, penyesuaian algoritma, dan pemanfaatan tanda tagar. Selain itu, beliau juga membahas tentang strategi pemasaran konten dan popularitas di media sosial. Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah bahwa media sosial bukan koran dinding, tapi ruang percakapan publik, sehingga membuatnya menjadi interaktif adalah tantangan kita.
(Jumat, 18 September 2020) Materi Pemanfaatan Media Video Conference Untuk Berbagi merupakan materi terakhir dari Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA. Komunikasi bukan hanya bertujuan untuk menyampaikan pesan, namun bertujuan untuk membuat orang lain melakukan yang kita inginkan, sehingga penyelenggaraan video conference bertujuan agar pendengar melakukan AKSI. Pelaksanaan pembelajaran dengan video conference perlu direncanakan strategi proses atau aturan mainnya sehingga berjalan dengan efektif.
Luar biasa bukan keenam materi yang disajikan?
Seluruh materi yang disajikan tentunya membawa angin segar dan pastinya akan bermanfaat jika dilakukan.
Terima kasih Pusdatin Kemendikbud :)
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.




0 Comments